Supported by Seowaps

Wednesday, August 28, 2013

Guyonan dalam sekam

Cinta
ADA APAKAH DENGAN CINTA
Selalu berbeda untuk menjalaninya
adakah berpangku tangan
atas cobaan

Menerpa bagaikan suatu tara
yang berarti namun suatu pedih

diantara kamu dan aku
pikitan diantara senang dan duka

bahwa diriku hanya mencintai dirimu
bagaimanapun aku akan tetap bertahan

menghadapi semua cobaan
ketika badai menerpa tiada akhir
salam jumpa dikemudian hari
perasaan rindu yang menghiasi mimpi
mengintai setiap perbuatan yang tiada akhir

Jujurlah padaku
apa musibah yang menerpa kawan
namun kulihat ddirimu
jatuh dalam kegelapan

namun tak akan kulepaskan
meskipun sampai jari terakhir patah
mempertahankan dirimu
yang hanya kuyakin

tolonglah
jangan pernah khianati aku
rasa pedih selalu menghantui
dan rasa takut kehilangan dirimu
kekasih

Kurasakan kabut yang mengenang
didepan mata berhadapan
dengan tipu daya

kukira itu hanya angin lampau
mulai kurasakan rasa dingin
berlindung di samping tarian bambu
sambil menikmati kopi panas
bersila memandang jiwa

satu persatu rombongan tentara
datang berjuang tiada akhir
yang kulihat mereka dalam semangat
meskipun takdir siapa tahu?

No comments:

Post a Comment