Supported by Seowaps

Thursday, August 29, 2013

Safety Ride


beberapa saat terakhir kini kita sering kali mendengar cerita tabrakan ataupun kecelakaan baik itu kecelakaan beruntun maupun kecelakaan sendiri, tingkat kecelakaan yang terjadi di indonesia terutama kecelakaan yang terjadi di jalan raya merupakan tingkat kecelakaan tertinggi dan memakan korban yang lebih tinggi daripada perang maupun kerusuhan etnis. belakangan hari ini kita mungkin seperti kecelakaan yang di sebabkan kelelahan maupun tingkat kesabaran yang rendah seperti yang dialami oleh  arie wibowo dengan motor gedenya menabrak korban yang bernama Tjarmadi (80 tahun) mengalami pendarahan di bagian kepala dan harus menjalani operasi namun akhirnya tidak tertolong. oleh karenanya arie wibowo di tetapkan menjadi tersangka, maupun kecelakaan tunggal motor gede yang dialami oleh UJE (ustad jefri al bukhori). sedangkan mobil Nissan Juke Vs Daihatsu Xenia di Tol Kopo, Lima Tewas dengan tersangka Muhammad Dwigusta Cahya (18). Baik arie wibowo maupun muhammad dwigusta cahya , dalam kecelakaan ini menyebabkan korban tewas sehingga akhirnya masuk proses selanjutnya. Dalam perkembanganya mengapa di negara kita ini masih terjadi tingkat kecelakaan yang tinggi?
Menurut data dari Dalam dua tahun terakhir ini, kecelakaan lalu lintas di Indonesia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dinilai menjadi pembunuh terbesar ketiga, di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis/TBC. Data WHO tahun 2011 menyebutkan, sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif , yakni 22 – 50 tahun. Terdapat  sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan rata-rata angka kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya. Bahkan, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian anak-anak di dunia, dengan rentang usia 10-24 tahun.

Sebagaimana diketahui, masyarakat modern menempatkan transportasi sebagai kebutuhan turunan, akibat aktivitas ekonomi, sosial dan sebagainya. Bahkan dalam kerangka ekonomi makro, transportasi menjadi tulang punggung perekonomian, baik di tingkat nasional, regional dan lokal. Oleh karena itu, kecelakaan dalam dunia transportasi memiliki dampak signifikan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Di Indonesia, jumlah kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahunnya dan kelalaian manusia, menjadi faktor utama terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas. Data Kepolisian RI menyebutkan, pada 2012 terjadi 109.038 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.441 orang, dengan potensi kerugian sosial ekonomi sekitar Rp 203 triliun - Rp 217 triliun per tahun (2,9% - 3,1 % dari Pendapatan Domestik Bruto/PDB Indonesia). Sedangkan pada 2011, terjadi kecelakaan sebanyak 109.776 kasus, dengan korban meninggal sebanyak 31.185 orang.

Selain korban kecelakaan lalu lintas lebih didominasi oleh usia muda dan produktif, sebagian besar kasus kecelakaan itu terjadi pada masyarakat miskin sebagai pengguna sepeda motor, dan transportasi umum. Data yang berbeda dari Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menyebutkan, kecelakaan pengendara sepeda motor mencapai 120.226 kali atau 72% dari seluruh kecelakaan lalu lintas dalam setahun, Dengan korban yang demikian, dampak sosial kecelakaan lalu lintas adalah akan menciptakan manusia miskin baru di Indonesia, terutama terjadi pada keluarga yang ditinggal suami dan atau orang yang sebelumnya menjadi penopang hidup keluarga.

Pada perspektif lain, kecelakaan lalu lintas juga dapat dijadikan bahan komodifikasi isu untuk memicu konflik sosial. Pada awal 2013, konflik yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipicu oleh isu yang yang berawal dari kecelakaan lalu lintas biasa. Persoalan semakin membesar ketika isu tersebut disebarkan melalui pesan singkat kepada masyarakat. Bahkan, konflik di Lampung Selatan, yang mengakibatkan pengerusakan parah terhadap pemukiman warga transmigrasi asal Bali, di Desa Bali Nuraga, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, juga berawal dari kecelakaan lalu lintas antara sepeda dan sepeda motor. Pada konteks ini, kasus kecelakaan lalu lintas dapat membawa derivasi korban yang lebih banyak lagi.

Secara umum kecelakaan lalu lintas yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelalaian manusia, kondisi jalan, kelaikan kendaraan dan belum optimalnya penegakan hukum lalu lintas. Berdasarkan Outlook 2013 Transportasi Indonesia, terdapat empat faktor penyebab kecelakaan, yakni kondisi sarana dan prasarana transportasi, faktor manusia dan alam. Namun demikian, di antara keempat faktor tersebut, kelalaian manusia menjadi faktor utama penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran berlalu lintas yang baik bagi masyarakat, terutama kalangan usia produktif.

Pemerintah sebagai penyelenggara negara, turut berupaya untuk meminimalisir tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Melalui program Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020, yang dicanangkan oleh Wakil Presiden di Jakarta pada 20 Juni 2011 lalu, pemerintah menargetkan penurunan fatalitas hingga 50 persen pada 2020. Dengan tahun basis 2010 yang menelan 31.234 korban jiwa, pada 2020 fatalitas atau korban jiwa kecelakaan lalu lintas seharusnya sekitar 15.000 jiwa. Untuk mewujudkan Dekade Keselamatan Jalan Indonesia pada 2020, diperlukan langkah-langkah konkrit pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Terlebih untuk ikut mewujudkan zero accident pada 2015 yang dicanangkan PBB.

Penilaian WHO bahwa kecelakaan lalu lintas sudah menjadi pembunuh terbesar ketiga di Indonesia, perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat, pengusaha angkutan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu waspada atas peringatan tersebut.
Dalam hal ini kita perlu mengimpletasi dan mengoreksi diri apakah kita sudah sadar akan pentingnya tertib lalu lintas, karena setiap orang tidak ingin mengalami celaka oleh karenanya kita perlu berkonsentrasi tinggi di jalan raya jika tidak kita akan mengalami kecelakaan, baik itu kecelakaan individu maupun kecelakaan beruntun. Karena saat anda berkendara ingatlah bahwa keluarga menunggu anda di rumah

.


No comments:

Post a Comment