Supported by Seowaps

Monday, September 9, 2013

Kepemimpinan sederhana dalam tim


Memiliki jiwa kepemimpinan memang bukan anugerah ataupun bakat yang didapat sejak lahir melainkan bisa dipelajari dan dikembangkan.
Banyak para pekerja yang takut mengambil resiko ketika diberikan mandat atau tugas yang lebih banyak.
 Hal inilah yang dapat membatasi pekerja dan tidak akan memberikannya peluang atau kesempatan untuk berkembang dan melatih jiwa kepemimpinannya.
Faktanya yang jelas untuk bisa menjadi seorang pemimpin adalah memiliki rasa tanggung jawabyang besar. Hal ini yang paling penting dan akan menjadi utama karena atasan anda pasti akan memilih pekerja yang maksimal ketika diberikan mandat.

Apabila anda bisa melakukan hal ini kedepan merasa . Rasa tanggung jawab ini tentunya tidak akan pernah bisa dipaksakan oleh atasan kepada anda. Yang bisa dilakukan atasan anda hanyalah mendorong untuk bekerja maksimal dan memberikannya solusi agar mudah mengerjakan semua tugas.

akan nantinya sikap kepemimpinan akan terlatih dan pastinya akan berguna bagi perusahaan. Berikut cara yang bisa dilakukan agar jiwa kepemimpinan bisa terlatih dan dapat menginspirasikan beberapa rekan kerja lainnya :


1. Belajar Dari Anak-anak
Coba kembali dibayangkan ketika masih menjadi anak-anak dan bersekolah maka tanggung jawab yang harus dilakukan adalah belajar, berapa lama melakukannya dan bagaimana agar bisa mendapatkan nilai yang baik.
Sama halnya dengan bekerja, maka pola dan strategi pun perlu disiapkan terlebih harus berani mengambil resiko dan bertanggung jawab atas hasilnya.
Membuat rekan kerja ataupun bawahan berani mengungkapkan opininya dalam mengambil keputusan adalah hal yang juga penting yang nantinya dapat mempengaruhi perusahaan. Berikan kesempatan mereka untuk membuka suara dan hargai apapun yang menjadi pendapat dan mendengarkan tanpa mengkoreksi.

2. Mendelegasikan Dengan Cara Yang Benar
Seringnya, para yakin dengan dirinya sendiri. Mereka merasa seperti harus menanyakannya kembali dengan atasan karena takut salah mengambil keputusan atau khawatir atasan tidak akan menyetujui. Untuk mengatasi masalah ini maka yakinlah ketika memberikan tugas mendelegasikannya dengan cara yang benar dan orang yang tepat.pekerja tidak berani mengambil keputusan ataupun bersikap layaknya seorang pemimpin karena mereka tidak 


3. Sudah Memiliki Rencana
 
Terkadang melibatkan rekan kerja atau bawahan untuk bergabung dan memikirkan tujuan atau rencana yang akan dibuat juga termasuk hal penting yang seringkali terlupakan.
Buatlah pemetaan yang tepat dalam tim dan kemudian mengajak masing-masing  untuk memberikan pendapat. Buatlah penghargaan bahwa keterlibatan mereka sangat dibutuhkan sehingga kekompakan dalam tim pun terjadi.
Rasa saling memiliki dan membantu akan timbul dan membuat rasa tanggung jawab mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik akan terbentuk.
Dan sebagai pemimpin cobalah yakinkan bahwa hasil kerja mereka terhadap perusahaan sekecil apapun menjadi kontribusi penting. Jangan kaget apabila semakin lama mereka semakin percaya diri dan siap diberikan tugas-tugas yang lebih besar

No comments:

Post a Comment