Supported by Seowaps

Thursday, September 19, 2013

KONSUMERISME



KONSUMERISME
Konsumerisme adalah suatu prilaku berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan terhadap barang-barang produksi padahal barang itu bukan termasuk kebutuhan primer melainkan sekunder ataupun kebutuhan tersier. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya.

Gejala Konsumerisme tidak dapat dipisahkan dengan modernisasi,globalisasi maupun westernisasi karena gejala ini terjadi karena akibat dari terjadinya hal-hal tersebut efek utama dari konsumerisme secara tidak langsung hanya menguntungkan beberapa pihak karena prinsip Penjualan yang harus dikejar target, tanpa target penjualan maka para produsen melakukan berbagai macam taktik untuk mengikat para pembeli potensial, salah satunya adalah di indonesia. Mereka yang menjadikan ke-konsumtif-annya sebagai gaya hidup adalah mereka yang secara tidak langsung menganut paham konsumerisme. Bagi banyak orang, konsumerisme seperti pemburuan prestasi. Konsumerisme bukan soal ada-tidaknya uang untuk shopping. Pun bukan soal laba besar yang dikeruk melalui permainan insting konsumen. Berapa dan apapun harganya, mereka yg menganut ideologi ini pasti akan membayarnya.Lalu, mengapa di tengah lautan kemiskinan yang luas, orang menumpuk barang-jasa bermerek yang berharga absurd? Kunci untuk memahami konsumerisme adalah psikologi, bagaimana "konsumsi yang mengada-ada" dilembagakan sebagai nirvana.
Dalam kasus ini, mereka diburu dengan harga absurd karena memberi kita klaim pada rasa pede dan eksklusif. Lantaran eksklusif, maka juga prestise dan status. Fakta bahwa semua itu ternyata bukan nirvana tidak soal karena status dan rasa pede tertinggi pun dengan cepat dilampaui, konsumerisme bagai urusan mengejar langit di atas langit. Orang tidak hanya merasa naik mobil, tetapi Jaguar; tidak hanya merasa mengenakan pakaian, tetapi memakai Armani.Pada satu sisi, konsumsi memang bersifat mutlak. Keberlangsungan hidup manusia tidak bisa terlepas dari asupan pangan yang mereka nikmati. Peningkatan intensitas kebutuhan manusia.


Lebih lanjut hakikat konsumsi, dalam hidup manusia terkait dengan pemenuhan akan kebutuhan hasrat fisik manusia. Maslow dalam teorinya tentang piramida kebutuhan manusia, mengemukakan, bahwa kebutuhan manusia secara berurut meliputi; kebutuhan dasar (pangan, sandang, papan), kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, kebutuhan rasa aman, serta kebutuhan akan status sosial.
. Mengapa demikian? Beberapa kasus lalu mungkin masih sangat hangat tabrakan yang dilakukan oleh anak ahmad dhani, AQJ?
Selain kasus itu kita tidak usah jauh-jauh melihat kondisi yang ada dijakarta. Tidak dipungkiri  baik tempat perbelanjaan baik itu didaerah ruko maupun mall atau juga daerah Central businness distric ataupun restoran, dan tempat hiburan. sebagai tempat tongkrongan bahkan diantara mereka terdapat para pelajar yang juga mungkin “membolos” pada jam-jam sekolah
Bagaimana mungkin itu dapat disangkutpautkan dengan sifat konsumerisme yang tejadi ditengah masyarakat khususnya para generasi muda, mengapa demikian?
Namun satu hal yang merupakan suatu kondisi terburuk adalah cara untuk mendapatkanya yang berbagai macam baik melalui jerih payah orang tuanya, hasil kejahatan seperti korupsi, pemerasan,penipuan,dll . maupun dari hasil jerih payahnya sendiri.
Sangatlah disayangkan jika para pelajar memanfaatkan harta “titipan” orang tua hanya untuk bersenang-senang sesaat. Menghambur-hamburkan uang baik itu di tempat perbelanjaan, tempat hiburan, bahkan untuk membela-bela demi sang pacar.
Dalam hal ini diharapkan orang tua maupun diri pribadi bahkan tokoh masyarakat harus melakukan suatu kontrol terhadap dampak negatif dari konsumerisme sehingga tidak munculnya kecemburuan sosial yang dapat berdampak fatal. Sehingga diharapkan tidak muncul sikap  konsumerisme yang dapat memecahkan integrasi masyarakat bahkan persatuan dan kesatuan nasional.

No comments:

Post a Comment